Minggu, 24 Maret 2019

REVIEW BUKU PR


"Review Buku PR"

Buku pubic relation ini hasil tulisan dari Prof.Drs.Onong Uchjana effendy,MA.




  • KENAPA SAYA MEMILIH BUKU INI?

Karena buku ini menjelaskan korelansi fungsional antara human relations dan public relations dengan management,yang dama management medern amat potensial bagi kepentingan seorang manager atau pimpinan organisasi .
pembahasan dalam Bab pertama buku ini mengenai organisasi beserta management-nya,difokuskan pada faktor "M" dalam management. rumitnya faktor manusia,karena sifat yang unik.keunikanya itu sering menyebabkan timbulnya hambatan tehadap efektivitas dan efesiensi pencapaian tujuan organisasi .

paparan mengenai manusia ini di perdalam lagi dalsm babtersebut tetang watak sifat dan perangai manusia sebagai produk dan keturunan (heredity) dan lingkungan sosial (social environment)yang amat berpengaruh terhadap tinggkah laku organisasional (organizational behavior). dibahas pula dalam bab human relation itu metode dan teknik penyembuhan frustasi yang merupakan akibat dan benturan sebab dari ketidak lancaran jalanya organisasi ditinjau dari faktor manusia ,
Dalam bab berikutnya public relation sebagai fungsi management diuraikkan mulai dari perkembanganya sampai pada kegiata-kegiatan untuk mempraktekanya,setelah terlebih dahulu diterangkan mengenai proses berlangsungnya seara tahap demi tahap.pentingnya penjelasan mengenai perkembangan public relations itu adalah karena kegiatannya dipengaruhi oleh kemajuan teknologi,perkembangan masyarakat dan perubahan politik,sehingga dengan sendirinya kegiatan harus disesuaikan demi kelangsungan jalanya organisasi . pengetahuan tentang proses dan segi-segi praktis public relations disajikan untuk melengkapinya,sehingga jawaban terhadap "Apa","mengapa",dan "bagaimana" public rslstions itu dapat terjawab .

Seminar KPU - RRI

TALK SHOW KPU-RRI STISIPOL CANDRADIMUKA

Talk show KPU-RRI yang diadakan diaula ismail djalili stisipol candradimuka palembang
dengan narasumber :

  • AMRAH MUSLIMIN,SH.,M.Si
  • DR.HJ.LISHASARI PRIHATINI ,.M.Si
  • JUNAEDI
kegiatan ini bertujuan memberikan rekomendasi kepada penyelenggara pemilu, sesuai tema yang diusung yakni  "Suara milenials menentukan masa depan indonesia 5 tahun kedepan "
menjelaskan tentang peningkatan kualitas pemilu harus dipahami dengan pendekatan komprehensif dan pendekatan sistem. Keberhasilan penyelenggaraan pemilu merupakan tanggung jawab bersama, baik penyelenggara, masyarakat, pers, maupun pihak lain.
“Mengelola kepemiluan harus didukung kompetensi keilmuan. Seminar ini titik temu dua hal, yakni data yang dimiliki KPU dan metodologi yang berasal dari kampus. Saya berharap KPU menyelenggarakan pemilu on the track dan kampus yang mengingatkan bila ada yang salah dan tidak sesuai,” pungkasnya.

Table manner harper hotel palembang

Kegiatan table maner harper hotel palembang

palembang,07 maret 2019 kegiatan table maner mahasiswa/i ilmu komunikasi semester 2 stisipol camdradimuka palembang , dengan pemateri (Jerry Irawan) selaku fbm hotel harper yang dimulai pukul 077 : 00 materi yang dijelaskan tentang tata cara makan di atas meja dengan manfaat agar kita mengerti dan memahmi .materi yang di jelaskan singkat jelas dan mudah di mengerti,
selain itu juga ada menu dari pembuka sampai penutup
  • welcome bread  : soft roll & butter
  • Appetizer : pink fruit salad
  • Soup : cream chiken soup with garlic bread Crouton
  • Main Course : Beef katsu served with baked potatoes,buttered vegetables & mushroom sauce
  • Dessert : Tiramisu served with strawberry ice cream
bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang etika atau tata cara makan dan minum yang baik dan benar sesuai dengan ketentuan Internasional khususnya untuk guru dan karyawan. Sebelum kegiatan Table Manner berlangsung lebih lanjut, diawali dengan penyambutan oleh salah satu Manager hotel yang menjelaskan tentang Sejarah Table Manner dan Sejarah berdirinya hotel yang bersangkutan. Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan melakukan beberapa demo oleh staff dan karyawan hotel, diantaranya demo masak, fruit carving, dan lain-lain.
selain harga yang murah pas banget di kantong menu-menu yang disajikan enak dan cantik pokoknya tidak bikin kecewa .



personal branding



haii...
nama saya M.arif wijaya kusuma
bisa di panggil arif / ayep tetapi bukan arab ya melainkan saya asli orang palembang sehari-hari tp saya bukan keturunan
saya lahir di palembang 05 desember 1998 dan anak ke 3 dari 4 bersaudara saya mempunyai hobby menari dan bermain..
saat ini saya sedang kuliah ilmu komunikasi di stisipol candradimuka skaligus mencari kerja biar bisa kuliah bayar sendiri.
saya alumni smk perhotelan pembina 1 palembang , semasa smk saya aktif menjadi anggota osis,ketua sosial media,dan ketua seni
semasa smk saya meraih prestasi seni tari juara 2 & 3 se-sumsel
setelah tamat tahun 2017 saya bekerja di hotel imara palembang tranning di housekepping dan pindah ke front office / reception .



Skill
  • TRADITIONAL DANCE
  • MODERN DANCE
  • AKTIF BERORGANISASI
Behaviour : Tingkah laku
Saya anak yang manjah dan sedikit pemalas dan saya anakk yang cerewet
Appereance : Penampilan diri
sayaorang nya perapih dan wangi saya tidak suka orang yang bauk badan dan jorok
 Authentic : Keaslian pada diri sendiiri
saya tidak bisa berbicara "R"

Pembukaan S2 ilmu komunikasi STC


PEMBUKAAN PASCASARJAN ILMU KOMUNIKASI STISIPOL
CANDRADIMUKA PALEMBANG

Palembang,  23 maret 2019. Sekolah tinggi ilmu sosial dan politik telah membuka program pasca sarjana ilmu komunikasi , Sebelumnya kampus tersebut telah memiliki program pascasarjan adm.negara. dan saat ini STISIPOL CANDRADIMUKA akan membuka program baru yaitu magister ilmu komunikasi dengan 2 pilihan prodi yaitu :
  •       Komunikasi politik
  •         Corporate & Marketing communication
Program pasca sarjana ilmu komunikasi itu sendiri telah di perbincangkan danpertimbangkan guna untuk memperkuat dan mengembangkan hubungan dengan stakeholders dalam bidang ilmu komunikasi dan penyerahan SK program pasca sarjana ilmu komunikasi itu sendiri telah di resmikan pada 14 maret 2019 di Novotel bandar lampung SK diserahkan langsung oleh kepala LLDIKTI Wil.II Prof.Dr.Slamet Widodo,M.S.,M.M kepada Ketua STISIPOL Candradimuka Palembang Ibu Dr.Hj.Lishapsari Prihatini,M.Si Di damping bpk.H.Yudi Dewanto.SE selaku ketua yayasan seni dan ilmu pengetahuan Candradimuka untuk memperkenalakan prodi ini stisipol akan mengadakan jumpa press conference  pada  tanggal 23 maret 2019 dan mengundang beberapa awak media dan selebgram  Stisipol Candradimuka.Dalam hal ini juga terlibat beberapa dosen ilmu komunikasi dan kketua jurusan ilmu komunikasi Ibu Sumarni bayu anita.S.sos M.A , M.Febrianza selaku wakakesiswaan,Bpk.budi santoso.S,sos.M.comn dan ibu Hj.Siti Lady Havivi.M.Soc.Sc
"Dengan adanya program pasca sarjana ilmu komunikasi ini singgahnya mempermudah mahasiswa/i yang telah lulus S1 untuk memperlanjutkan S2 terutama dalam bidang Ilmu komunikasi di palembang terutama di kampus STISIPOL CANDRADIMUKA ujar kata Bpk.Budi santoso S.sos.M.Comn".



Dalam hal ini program pasca sarjana ilmu komunikasi ini telah membuka tes tertulis dan wawancaramasuk yaitu :
  1.         Gelombang I  (3 agustus 2019) Pengumuman (15 agustus 2019) pembayaran dan registrasi ulang (16-20 agustus 2109)
  2.         Gelombang II (11 januari 2020) Pengumuman ( 23 januari 2020) Pembayaran dan registrasi ulang (24 -28 januari 2020)Adapun Pilihan waktu perkulihaan :

  •    Reguler pagi (rabu dan kamis 08 : 00 wib)
  •     Regular sore (rabu dan kamis 16 : 30 wib )
  •     Non regular (sabtu 08 : 00 )


Pendaftaran dibuka mulai dari hari senin s/d sabtu pukul 08:30 s/d 16:30.
Untuk Info lebih lanjut bisa Hubungi di tlp ke nomor. 0711-811542 Dan bisa juga melalui website di www.stisipolcandradimuka.ac.id

Toko PR Favorite

"TOKO PR FAVORITE SAYA"
Hasil gambar untuk ivy ledbetter lee
Ivy Ledbetter Lee, lulusan dari Princeton, adalah wartawan yang meliput dunia bisnis. Setelah lima tahun menjadi wartawan, pada tahun 1903 Lee berhenti dari pekerjaannya yang bergaji kecil di World untuk bekerja pada kampanye Seth Low menjadi walikota New York. Pekerjaan itu menuntunnya bekerja sama dengan George F. Parker di bidang biro pers bagi Komite Nasional Demokrat selama kampanye Presiden 1904 (Cutlip, Center & Broom, 2005: 96).

Lee dan Parker sempat membentuk kemitraan the Parker and Lee, yang ditutup pada tahun 1908, karena Ivy Lee menjadi agen publisitas pertama bagi Jawatan Kereta Api Pensylvania.
Lee, sewaktu dipekerjakan George F. Bear pada kasus pemogokan batubara anthracide (yang sulit panas) tahun 1906, menerbitkan "Deklarasi Prinsip-prinsip" yang dikatakan oleh Eric Golfman bahwa deklarasi ini "menandai kemunculan kehumasan tahap kedua. Publik tidak lagi diabaikan pada cara bisnis tradisional, tidak pula dibodohi pada cara agen pers yang tetap berlangsung hingga sekarang."

Deklarasi Lee lalu dikirimkan melalui pos ke seluruh editor kota, yang bunyinya sebagai berikut:
”Ini bukan biro pers rahasia. Seluruh pekerjaan kami dilakukan dalam suasana keterbukaan. Tujuan kami memasok berita. Ini bukan agen periklanan; jika anda pikir jenis tulisan ini harus secara tepat masuk ke kantor anda, jangan gunakan tulisan itu. Tulisan kami akurat. Rincian lebih lanjut atas pokok bahasan apa saja yang dibahas akan disediakan dengan segera, dan editor siapa saja akan dibantu dengan sangat gembira, guna memverifikasi secara langsung pernyataan fakta apa saja ... Ringkas kata, secara sopan dan terbuka, atas nama permasalahan dunia bisnis dan lembaga publik, rencana kami adalah memasok ke pers dan publik Amerika Serikat informasi yang cepat dan akurat mengenai pokok masalah yang dianggap bernilai dan menarik perhatian publik untuk mengetahuinya.”

Meskipun para wartawan diijinkan meliput pemogokan tersebut, Lee memberikan laporan baru setelah dilakukan rapat pemogokan. Lee adalah salah seorang yang pertama menggunakan sistem handout (sekarang dinamakan press release atau news release) dalam skala besar.
Selama periode ini, Lee menggunakan istilah "publisitas" untuk menggambarkan apa yang sekarang dinamakan hubungan masyarakat atau PR; konsep itu dan kesuksesan Lee tumbuh cepat. Pada December 1914, berdasarkan saran Arthur Brisbane, Lee dipilih sebagai penasihat pribadi John D. Rockefeller Jr. Kelompok Rockefellers sedang diserang keras karena kegiatan tetap-bekerja pada saat terjadi pemogokan pada Colorado Fuel dan Iron Company milik mereka. Lee melayani Rockefeller hingga kematiannya pada 1934.

Ivy Lee melakukan banyak pekerjaaan yang menjadi pekerjaan dasar praktek kontemporer. Meskipun dia tidak menggunakan istilah PR hingga setidaknya 1919, Lee menyumbangkan banyak teknik dan prinsip yang diikuti oleh para praktisi sekarang.

Lee mendorong pertumbuhan departemen publisitas dan melatih penasihat publisitas di banyak lembaga. Selama 31 tahun dia berkecimpung di bidang kehumasan. Lee mengubah lingkup atas bidang yang dikerjakannnya dari "keagenan murni" ke menjadi "pemikir yang dipercaya untuk diajak bekerja sama oleh dunia bisnis."

Rekor Lee, meskipun sangat besar, tidak bebas dari kritik. Sewaktu dia meninggal, dia diberhentikan dari pekerjaan sebagai perwakilan the German Dye Trust, yang dikendalikan oleh I. G. Farben. Lee menjadi penasihat kartel itu setelah Adolf Hitler berkuasa di Jerman dan Nazi mengambil alih kendali. Lee dibayar fee tahunan $25.000 dan ganti atas pengeluaran (jumlah yang besar pada saat itu) oleh perusahaan Farben dari ketika dia pensiun pada 1933 hingga perusahaannya menghentikan pelanggan itu segera setelah kematiannya pada 1934.

Penulisan naskah PUBLIC RELATIONS



Teknik Penulisan Naskah Public Relations

pelatihan-teknik-mentransfer-naskah-hubungan-publik
Teknik Penulisan Hubungan Masyarakat ( Penulisan Humas ) adalah keterampilan menulis khas. Hubungan Masyarakatdalam menghasilkan naskah-naskah yang diperlukan untuk keperluan pencitraan positif perusahaan. Panulisan tipe-naskah PR dapat berpartisipasi dengan Hubungan Media (seperti siaran pers, advertorial, konferensi pers) atau terkait dengan media promosi atau informasi (seperti buletin, di majalah rumah, laporan tahunan, profil perusahaan, leaflet, booklet, brosur, dan sebagainya ). Untuk menghasilkan naskah yang baik, Humas harus memiliki keahlian jurnalistik yang layak, seperti pemahaman tentang nilai berita,bahasa jurnalistik , kode etik jurnalistik, dan sebagainya.

Tujuan Pelatihan

Setelah mengikuti Pelatihan Teknik Penulisan Naskah Public Relations ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk:
  • Profesional dan profesional
  • Peserta mampu mengembangkan topik dan menulis naskah profesional.

Garis Besar Materi

Materi pelatihan yang akan di bahas topik Public Relations Teknik Penulisan Naskah adalah:
  • Menulis Hubungan Masyarakat
  • Memahami karakteristik MEDIA MASSA DAN MEDIA ONLINE
  • Bentuk dan media yang menggunakan PR
  • Teknik Penulisan PR
  • Teknik Liputan dan Wawancara
  • Teknik pengemasan naskah dan penyuntingan
  • Keterampilan menulis Siaran Pers
  • Keterampilan menulis Advertorial
  • Keterampilan menulis Lembar Fakta, Whitepaper dan Backgrounders
  • Keterampilan menulis Newsletter dan Majalah Inhouse
  • Keterampilan menulis Tor Acara & Publikasi
  • Keterampilan menulis untuk situs web

Metode Pelatihan

Pelatihan Teknik Penulisan Naskah Public Relations dilaksanakan dengan metode:
  • Presentasi, Studi Kasus, Diskusi dan Dialog Informal

Durasi Pelatihan

Pelatihan ini akan dilaksanakan selama 2 hari (08.00 – 16.00 WIB).

Peserta

Pelatihan Teknik Penulisan Naskah Public Relations ini ditujukan untuk para:
  • Hubungan Eksternal
  • Komunikasi Perusahaan / Humas
  • Hubungan Stakeholder
  • Petugas CSR / Comdev
Ujang Rusdianto, SIKom, M.IKom
Ujang Rusdianto, SIKom, M.IKom, memiliki pengalaman lebih dari lima tahun dalam bidang Komunikasi Perusahaan dan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan / CSR. Sebelumnya aktif sebagai CSR di PT Newmont Nusa Tenggara (2009), Bank Muamalat (2012), dan Sinarmas Pulp & Paper (2014). Selain itu, ia juga aktif sebagai staf ahli di PT Cinggarindo Galba (Konsultan Komunikasi dan CSR) dan Dosen di program studi Ilmu Komunikasi, Universitas Paramadina. Publikasi buku yang pernah ia tulis antara lain; Driver untuk Integrated Marketing Communication / IMC (2012), Komunikasi CSR untuk Praktisi PR (2013), Cyber ​​CSR (2014) dan Periklanan Korporat (2015).

Marketing public relations dan MICE

PENGERTIAN MARKKETING PR DAN MICE
Gambar terkait

Praktik Public Relations pada prinsipnya adalah merupakan suatu kegiatan yang terencana dan suatu usaha yang terus menerus untuk dapat memantapkan dan mengembangkan itikad baik (goodwill) dan pengertian yang timbal balik (mutual understanding) antara suatu organisasi dengan masyarakat. Pada era globalisasi ini peran Marketing Public Relations menjadi semakin penting karena itikad baik (good will) menjadi suatu bagian dari profesionalisme yang pasti akan terbentuk karena pembentukan simpati konsumen secara efektif dan efisien sudah merupakan keharusan dimana tingkat kompleksitas dan pemuasan kebutuhan nasabah sudah mencapai tingkat yang canggih dalam kegiatan pengemasannya. 
Marketing Public Relations (MPR) penekannanya bukan pada selling (seperti kegiatan periklanan), naman pada pemeberian informasi, pendidikan dan upaya peningkatan pengertian lewat penambahan pengetahuan mengenai suatu merek produkJasa, perusahaan akan lebih kuat dampaknya dan agar lebih lama diingat oleh nasabah. Dengan tingkat komunikasi yang lebih intensif dan komprehensif bila dibandingkan dengan iklan, maka MPR merupakan suatu konsep yang lebih tinggi dari iklan yang biasa. MPR memberi penakanan pada aspek manajemen dari pemasaran dengan memperlihatkan kesejahteraan nasabah
Marketing Public Relations sebagai suatu proses perencanaan, pelakasanaan dan pengevaluasian program-program yang memungkinkan terjadinya pembelian dan pemuasan konsumen melalui komunikasi yang baik mengenai informasi dari perusahaan terhadap citra merek (Brand Image) terhadap suatu produk tertentu
Peran Marketing Public Relations
Peranan Marketing Public Relations dalam upaya mencapai tujuan utama organisasi menurut Rosady Ruslan :
1. Menumbuhkembangkan kesadaran konsumennya terhadap produk yang tengah diluncurkan itu.
2. Membangun kepercayaan konsumen terhadap citra perusahaan atau manfaat (benefit) atas produk yang ditawarkan / digunakan
3. Mendorong antusiasme (sales force) melalui suatu artikel sponsor (advertorial) tentang kegunaan dan manfaat suatu produk.
4. Menekan biaya promosi iklan komersial, baik di media elektronik maupun media cetak dan sebagainya demi tercapainya efisiensi biaya.
5. Komitmen untuk meningkatkan pelayanan-pelayanan kepada konsumen, termasuk upaya mengatasi keluhan-keluhan (complain handling) dan lain sebagainya demi tercapainya kepuasan pihak pelanggannya.
6. Membantu mengkampanyekan peluncuran produk-produk baru dan sekaligus merencanakan perubahan posisi produk yang lama.
7. Mengkomunikasikan terus menerus melalui media Public Relations (House PR Journal) tentang aktivitas dan program kerja yang berkaitan dengan kepedulian sosial dan lingkungan hidup agar tercapainya publikasi yang positif di mata masyarakat / publik.
8. Membina dan mempertahankan citra perusahaan atau produk barang dan jasa, baik dari segi kuantitas maupun kualitas pelayanan yang diberikan kepada konsumennya.
9. Berupaya secara proaktif dalam menghadapi suatu kejadian negatif yang mungkin akan muncul di masa mendatang . (Ruslan, 2002: p.262).

Marketing Public Relations (MPR) sebagai suatu proses perencanaan, pelaksanaan dan pengevaluasian program-program yang memungkinkan terjadinya pembelian dan pemuasan konsumen (nasabah) melalui komunikasi yang baik mengenai impresi dari perusahaan dan produk-produknya sesuai dengan kebutuhan, keinginan, perhatian dan kesan dari konsumen. Keberadaan MPR di perusahaan dianggap efektif, halini dikarenakan:
1. MPR dianggap mampu dalam membangun brand awareness ( kesadaran akan merek) dan brand knowledge (pengetahuan akan merek).
2. MPR dianggap potensial untuk membangun efektivitas pada area ”increasing category usage” dan “icreasing brand sales”.
3. Dengan adanya MPR dalam beberapa hal dianggap lebih hemat biaya bila dibandingkan dengan perusahaan memasukkan produknya melalui iklan. Lebih cost-effective dari biaya media yang semakin meningkat.
 

MICEakronim bahasa Inggris dari "Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition" (IndonesiaPertemuan, Insentif, Konvensi, dan Pameran), dalam industri pariwisata atau pameran, adalah suatu jenis kegiatan pariwisata di mana suatu kelompok besar, biasanya direncanakan dengan matang, berangkat bersama untuk suatu tujuan tertentu. Akhir-akhir ini telah suatu kecenderungan pada para pelaku pasar pariwisata untuk mengganti istilah ini menjadi " The Meetings Industry". Dunia MICE adalah dunia yang belum terjamah dengan baik di Indonesia. Padahal dunia MICE merupakan salah satu andalan pariwisata di beberapa negara maju. Dunia MICE merupakan salah satu dunia bisnis yang menjanjikan. Namun baru sedikit sekali pihak Indonesia yang mau bermain di dunia MICE. Mungkin salah satu penyebabnya adalah kurangnya pengetahuan tentang MICE di Indonesia. Namun di Indonesia sudah mulai ada lembaga pendidikan yang memberikan pendidikan tentang MICE. Banyak negara yang sudah menjadikan dunia MICE sebagai salah satu potensi wisatanya.
Seperti Jepang dengan "Tokyo Motor Show", Jerman dengan "Frankfurt Motor Show", dan lain sebagainya. Bahkan berbagai biro perjalanan wisata telah membuat paket wisata mengunjungi berbagai event MICE di berbagai belahan dunia. Ini adalah potensi bisnis yang besar. Dunia MICE memiliki multiplier effect yang sangat besar. Sangat banyak lapangan pekerjaan yang tercipta dari adanya event MICE di suatu negara. Puluhan roda industri di dunia akan berputar dengan baik karena ada event MICE. Pihak pihak yang akan mendapat keuntungan dari event MICE antara lain:

  • Professional Exhibition Organizer (PEO),
  • Professional Conference Organizer (PCO),
  • Stan Kontraktor,
  • Freight Forwarder,
  • Supplier,
  • Florist,
  • Event Organizer,
  • Hall Owner,
  • Tenaga kerja musiman,
  • Percetakan,
  • Transportasi,
  • Biro Perjalanan Wisata (BPW),
  • Agen Perjalanan Wisata (APW),
  • Hotel,
  • Perusahaan Souvenir,
  • UKM,
  • dan masih sangat banyak lagi.

Produksi media cetak dan KIT



Produksi Media Public Relations


Hasil gambar untuk produksi media cetak



1. Pengertian Media Public Relations
Media Relations adalah relasi yang dibangun dan dikembangkan dengan media untuk menjangkau publik guna meningkatkan pencitraan, kepercayaan, dan tercapainya tujuan-tujuan individu maupun organisasi/perusahaan. Fungsi media relations adalah meningkatkan citra perusahaan, meningkatkan kepercayaan publik, meningkatkan point of selling, membantu perusahaan keluar dari komunikasi krisis, dan meningkatkan relasi dari beragam publik." 

Philip Lesly (1991:7) memberikan definisi Media Relations sebagai hubungan dengan media komunikasi untuk melakukan publisitas atau merespon kepentingan media terhadap kepentingan organisasi.

. 2.Jenis dan bentuk media PR

Media Massa
Jenis media massa ini merupakan prioritas utama sebagai media atau alat untuk tujuan publikasi dan sebagai upaya penyampaian pesan – pesan dan informasi secara luas.
  1. Media cetak yang bersifat komersial (news media), misalnya kabar harian, tabloid, majalah hiburan atau hiburan yang terbitnya secara berkala mingguan dan bulanan dan di baca oleh masyarakat umum.
  2. Media elektronik seprti halnya Radio dan TV, Radio niaga lainnya yang mempunyai pendengar atau jumlah luas.eknik Penulisan Humas (Public Relations Writing) adalah keterampilan menulis (writing skills) khas Humas/PR dalam menghasilkan naskah-naskah yang diperlukan untuk kepentingan pencitraan positif dan popularitas perusahaan/organisasi. Tipe-tipe panulisan atau naskah PR dapat dibagi menjadi dua bagian:
  3. Berkaitan dengan Media Relations/Press Relations, seperti naskah press release (siaran pers), advertorial, dan press conference (press kit/media kit).
  4. Berkaitan dengan media promosi, informasi, dan komunikasi perusahaan/organisasi, seperti naskah untuk dipublikasikan di newsletter, in house magazine/Company Magazines, naskah laporan tahunan (annual report), company profile, leaflet, booklet, brosur, dan sebagainya.
Untuk menghasilkan naskah yang baik (good writing), Humas/PR harus memiliki keterampilan jurnalistik layaknya wartawan, seperti pemahaman tentang nilai berita (news values), bahasa jurnalistik (language of mass communications), kode etik jurnalistik, dan sebagainya.
Untuk kepentingan publikasi yang luas, Humas/PR membutuhkan peran media. Karena itu, diperlukan sebuah hubungan yang baik dengan kalangan pers/media massa (Press/Media Relations).
Agar hubungan itu tercipta dengan baik, Humas perlu mengenali dunia pers dengan baik pula, seperti karakteristik wartawan, format media, cara kerja wartawan/media, dan sebagainya.

Table of Contents 

Penulisan Humas: Siaran Pers

Siaran Pers (Press Release, biasa disebut rilis saja) adalah naskah berita (data atau informasi tentang sebuah kegiatan –pra ataupun pasca) yang disampaikan kepada wartawan atau kantor redaksi media untuk dipublikasikan di media tersebut.
Dengan demikian, menulis siaran pers pada dasarnya sama dengan menulis berita seperti dilakukan para wartawan. Oleh karenanya, karakteristik dan struktur penulisan siaran pers sama dengan menulis berita.
Karakteristik siaran pers adalah memiliki “nilai berita” (news values), yakni aktual, faktual, penting, dan menarik.
Struktur penulisannya pun sama dengan dengan penulisan berita, yakni terdiri dari head (Judul), dateline (baris tanggal), lead (teras berita), dan news body (tubuh atau isi berita).
Berita sendiri artinya adalah laporan peristiwa atau peristiwa yang dilaporkan oleh media massa. Rilis adalah beritay yang dibuat Humas instansi/lembaga.
Kiat menulis siaran pers:

  1. Tulis dengan gaya penulisan berita.
  2. Jangan terlalu panjang – cukup satu lembar.
  3. Langsung ke masalahnya dengan segera.
  4. Penuhi unsur berita 5W+1H.
  5. Berikan lebih dari satu nomor kontak –nomor telpon kantor, kontak pribadi, HP, e-mail, dan fax.
  6. Jika memungkinkan, buatlah usulan mengenai orang-orang yang dapat diwawancara.
  7. Cek/konfirmasi siaran pers yang sudah dikirimkan melaui fax, surat, atau e-mail.
  8. Jika perlu, seratakan ilustrasi foto, tabel, atau grafik atau bahan pendukung lainnya –makalah, naskahpidato, susunan acara, dsb.
  9. Tuliskan pada kertas berkop-surat sehingga benar-benar resmi.
  10. Tandatangani oleh pejabat paling berwenang, misalnya manajer humas, ketua panitia, dan/atau ketua lembaga/perusahaan.
  11. Jika bersifat individu, misalnya artis, pakar, pejabat, ataupun warga biasa, sertakan fotokopi identitas.

Surat Pembaca

Surat Pembaca (letter to the editor) mirip siaran pers, terutama dalam hal teknis penulisan dan pengiriman. Yang membedakan adalah dalam hal isi dan tujuannya.
Isi dan tujuan surat pembaca biasanya merupakan tanggapan, sanggahan, klarifikasi, atau penggunaan Hak Jawab dan Hak Koreksi atas informasi yang dinilai salah dan merugikan.
Surat pembaca berupa tanggapan, biasanya diawali dengan mengutip berita atau surat pembaca yang sebelumnya sudah dimuat, sehingga pembaca dapat mengetahui latar belakang masalah yang diklarifikasi.

Advertorial (adv)

Advertorial = advertising dan editorial. Gabungan antara promosi dan opini atau pemberitaan tentang hal yang dipromosikan –produk, jasa, perusahaan, organisasi, aktivitas, atau program pemerintah. Bentuk tulisannya bisa berupa berita, feature, atau artikel. Advertorial sering disebut iklan dalam bentuk pemberitaan atau tulisan panjang.
Jenis advertorial a.l. adv produk, adv jasa, adv perusahaan, dan adv pemerintahan. Sifatnya bisa informatif, eksplanatif, interpretatif, persuasif, argumentatif, dan eksploratif.

Brosur

Brosur (Brochure) adalah selebaran cetakan satu halaman kertas yang terlipat dua atau lebih, berisi keterangan, informasi, atau gambaran tentang sebuah perusahaan, instansi, produk, atau jasa, atau bisa juga berisi sebuah ide dan kegiatan.
Jenis selebaran promosi sejenis brosur adalah booklet, yakni buku kecil tanpa jilid/cover berisi informasi dan gambar tentang suatu produk atau jasa.
Bisa juga terdiri dari beberapa lembar kertas sehingga menyerupai buku. Penyebarannya sama dengan brosur, yakni dibagi-bagikan langsung kepada publik.
Sarana promosi mirip brosur adalah flyer, pamflet, leaflet, atau poser, yakni lembaran utuh tanpa lipatan/tidak terlipat. Pamflet (ukuran satu halaman kertas print), leaflet (ukuran kertas kecil), dan poster (“surat tempelan”, ukuran kertas besar) disebarkan dengan cara ditempel. Flyer biasanya digantung.
Ada juga yang disebut folder. Bentuknya mirip map, namun berisi banyak informasi dan bagian dalamnya terdapat kantung untuk menyimpan aneka berkas seperti surat, brosur, leaflet, kartu nama, dan sebagainya. Folder dapat berfungsi sebagai tempat penyimpan berkas informasi atau promosi.

Press Conference/Media Kit

Konferensi Pers (Press Conference) – undang media untuk menyampaikan informasi, dilakukan tidak rutin, insidental sesuai acara yang digelar, baik sebelum maupun sesudah kegiatan.
Media Kit adalah bahan tertulis sehingga kalangan pers memiliki data akurat dan lengkap sebagai bahan berita. Bahan tertulis ini bisa berupa siaran pers, susunan acara, makalah, artikel, feature, bosur, proposal, atau informasi lengkap tentang kegiatan –tujuan, jadwal, target, kepanitiaan, daftar pengisi acara, dsb.—dan dimasukkan dalam sebuah map atau amplop besar.

Naskah Pidato

Naskah pidato (speech script) biasanya dilakukan penulis khusus yang disebut scriptwriter. Namun, ada punya petugas humas yang ditugaskan menulisnya.
Naskah pidato terdiri dari bagian pembukaan, isi, dan penutup. Ditulis dengan gaya bahasa tutur (spoken words) atau gaya bahasa percakapan (conversational language) karena naskah itu untuk diucapkan, dibacakan, atau disuarakan.

Newsletter

Newsletter secara harfiyah artinya “laporan berkala” atau “surat berita”. Merupakan media informasi dan komunikasi internal sebuah lembaga, biasanya terdiri dari dua hingga delapan lembar kertas kwarto atau folio, tanpa cover seperti majalah atau buku.
Isinya bervariasi mirip majalah, misalnya agenda dan berita kegiatan, artikel, feature, gambar, dsb.

Inhouse Magazine – Media Internal

Inhouse Magazine/Company Magazines adalah majalah internal sebuah lembaga/perusahaan. Desain atau tampilan dan rubrikasinya seperti majalah umum/komersil, namun isinya tentang informasi seputar “dapur” lembaga.
Mengelola Inhouse Magazine, juga Newsletter, sama dengan proses manajemen media massa pada umumnya, yakni melalui proses redaksional dan membutuhkan keterampilan meliput dan menulis berita layaknya wartawan.
Proses redaksional dimaksud adalah tahapan perencanaan (planing) –penentuan visi, misi, logo, moto, rubrikasi, editorial policy, dan style book; pengorganisasian (organizing) –penetapan susunan organisasi redaksi (pemred hingga reporter dan layouter); pelaksanaan (acting) –aktivitas jurnalistik seperti perencanaan liputan (rencana isi), peliputan, penulisan, editing, dan desain grafis, dan pengawasan (controling) –pengawasan dan evaluasi proses dan hasil kerja yang sudah dilaksanakan.